Cara Membuat Laporan Penjualan Harian Online Shop dengan Mudah
Panduan cara membuat laporan penjualan harian untuk online shop dan UMKM. Dari format sederhana hingga otomatis, agar keuangan bisnis lebih terkontrol.

Laporan penjualan harian adalah fondasi dari bisnis yang sehat.
Tanpa laporan yang rapi, kamu tidak tahu berapa sebenarnya pendapatan hari ini, produk mana yang paling laku, atau apakah bisnis sedang tumbuh atau justru menurun.
Banyak UMKM dan online shop melewatkan hal ini karena merasa terlalu sibuk. Padahal, laporan harian tidak harus rumit.
Mengapa Laporan Penjualan Harian Penting?
Kontrol Keuangan Lebih Baik
Tanpa laporan, uang masuk dan keluar bercampur tanpa tercatat rapi. Ini membuat sulit mengetahui laba bersih.
Deteksi Masalah Lebih Cepat
Jika tiba-tiba penjualan turun, laporan harian membantu mendeteksi kapan tepatnya dan mencari penyebabnya.
Dasar Keputusan Bisnis
Laporan membantu menjawab pertanyaan seperti:
- Produk mana yang harus di-restock lebih cepat?
- Hari apa order paling ramai?
- Promo mana yang paling efektif?
Bukti saat Audit atau Pembukuan
Laporan yang tersimpan rapi memudahkan proses pembukuan bulanan atau tahunan.
Apa Saja yang Harus Ada di Laporan Penjualan Harian?
Laporan tidak perlu rumit. Minimal mencakup:
| Kolom | Keterangan |
|---|---|
| Tanggal | Tanggal transaksi |
| Nama Customer | Pembeli produk |
| Produk | Nama dan varian produk |
| Jumlah | Qty yang dibeli |
| Harga Satuan | Harga per item |
| Total | Jumlah × harga |
| Metode Bayar | Transfer, COD, dll |
| Status | Lunas / Belum Bayar |
| Keterangan | Catatan tambahan |
Cara Membuat Laporan Penjualan Harian
Cara 1: Google Sheets Manual
Paling sederhana dan gratis. Cocok untuk bisnis dengan order di bawah 20 per hari.
Langkah-langkah:
- Buka Google Sheets
- Buat kolom sesuai tabel di atas
- Setiap ada pesanan baru, langsung input ke baris baru
- Di baris bawah tabel, buat rumus
=SUM()untuk total pendapatan harian
Kelebihan: gratis, bisa diakses dari HP
Kekurangan: input manual, tidak ada notifikasi
Panduan detail ada di cara rekap orderan di Excel.
Cara 2: Template Excel dengan Rumus Otomatis
Lebih terstruktur dari Google Sheets biasa. Bisa disiapkan sekali lalu digunakan berulang.
Fitur yang bisa ditambahkan:
- rumus total otomatis per produk
- filter berdasarkan status
- grafik penjualan mingguan
Cara 3: Aplikasi Manajemen Pesanan
Aplikasi khusus bisa menghasilkan laporan otomatis dari data pesanan yang sudah diinput.
Kelebihan:
- tidak perlu input ulang
- laporan bisa di-export ke PDF atau Excel
- bisa dicek kapan saja dari HP
Rutinitas Laporan Penjualan yang Efektif
Laporan harian paling efektif jika dibuat setiap hari, bukan di akhir minggu sekaligus.
Rutinitas yang disarankan:
- Pagi hari — cek pesanan dari malam sebelumnya, input ke laporan
- Siang hari — update status pembayaran pesanan pagi
- Sore / malam — tutup laporan hari ini, hitung total pendapatan
Dengan rutinitas ini, laporan selalu up-to-date dan tidak ada yang terlewat.
Informasi Tambahan yang Berguna di Laporan
Selain data dasar, kamu bisa menambahkan:
- Sumber order — dari WhatsApp, Instagram, marketplace mana?
- Produk terlaris — produk mana yang paling sering dipesan?
- Customer berulang — siapa yang sudah order lebih dari sekali?
Data ini membantu mengambil keputusan yang lebih baik untuk bisnis ke depan.
Dari Laporan Harian ke Laporan Mingguan dan Bulanan
Laporan harian yang konsisten memudahkan pembuatan laporan mingguan dan bulanan.
Cukup rangkum:
- total pendapatan per minggu / bulan
- produk terlaris
- jumlah order
- rata-rata nilai transaksi
Dengan data ini, kamu bisa melihat tren bisnis dan membuat keputusan yang lebih tepat.
Kesimpulan
Membuat laporan penjualan harian tidak harus rumit atau memakan waktu lama.
Mulai dari yang sederhana:
- gunakan Google Sheets
- input setiap ada pesanan baru
- review setiap sore
Konsistensi lebih penting dari kesempurnaan. Laporan sederhana yang dibuat setiap hari jauh lebih berguna dari laporan rumit yang hanya dibuat sesekali.