5 Cara Mencatat Orderan Online Shop: dari Buku Tulis sampai Aplikasi
Perbandingan cara mencatat orderan online shop: buku tulis, notes HP, Excel, Google Form, dan aplikasi pencatat orderan. Mana yang cocok untuk bisnismu?

Setiap online shop pasti melewati fase ini: order mulai ramai, dan cara mencatat yang lama mulai keteteran.
Dari buku tulis pindah ke notes HP. Dari notes pindah ke Excel. Lalu mulai bertanya: “ada nggak sih aplikasi pencatat orderan yang beneran membantu?”
Di artikel ini kita bandingkan 5 cara mencatat orderan — kelebihan, kekurangan, dan kapan masing-masing cocok dipakai.
1. Buku Tulis
Cara paling klasik, dan masih banyak dipakai.
Kelebihan:
- tidak butuh HP atau laptop
- cepat untuk warung dan toko offline
Kekurangan:
- tidak bisa dicari (“order Bu Sari minggu lalu halaman berapa?”)
- tidak ada total otomatis
- hilang = semua data hilang
- tidak terhubung dengan chat sama sekali
Cocok untuk: usaha offline dengan sedikit order chat.
2. Notes di HP
Naik satu tingkat: setidaknya bisa di-copy-paste dari chat.
Kelebihan:
- selalu di tangan
- bisa salin-tempel dari WhatsApp
Kekurangan:
- formatnya bebas, lama-lama berantakan
- tidak ada kolom status (belum bayar? sudah kirim?)
- ganti HP, ganti masalah
Cocok untuk: order di bawah 5 per hari.
3. Excel / Google Sheets
Standar de-facto pencatatan online shop.
Kelebihan:
- gratis dan fleksibel
- bisa dihitung otomatis (omzet, produk terlaris)
- Google Sheets tersimpan di cloud
Kekurangan:
- tetap manual — data dipindah dari chat satu per satu
- rawan salah ketik dan baris kelewat
- repot saat dipakai banyak admin bersamaan
Kalau kamu di tahap ini, susunan kolom dan rumusnya ada di cara rekap orderan di Excel.
Cocok untuk: 5–20 order per hari dengan 1 admin.
4. Google Form
Trik yang cukup populer: customer isi form, jawaban masuk ke spreadsheet otomatis.
Kelebihan:
- data langsung terstruktur tanpa mengetik ulang
- gratis
Kekurangan:
- pengalaman order jadi kaku — customer chat justru karena ingin ngobrol
- tidak ada katalog, stok, atau status pesanan
- jawaban form tidak terhubung dengan riwayat chat customer
Cocok untuk: pre-order musiman dengan format pesanan tetap.
5. Aplikasi Pengelola Pesanan Chat
Kategori yang dibuat khusus untuk masalah ini: order datang dari chat, maka pencatatannya menyatu dengan chat.
Kelebihan:
- chat WhatsApp dan Instagram masuk satu dashboard
- pesanan dicatat langsung dari percakapan, jadi rekap terisi otomatis
- data customer dan riwayat belinya tersimpan (CRM jalan sendiri)
- bisa dipakai beberapa admin tanpa rebutan
- tetap bisa export ke Excel
Kekurangan:
- butuh waktu setup di awal (biasanya beberapa menit sampai jam)
- versi lengkapnya berbayar — meski jauh lebih murah dari waktu yang dihemat
Cocok untuk: online shop dengan order ramai, multi admin, atau multi channel.
Ciri-ciri bisnismu sudah butuh kategori ini pernah kita bahas di aplikasi untuk mengatur pesanan WhatsApp dan Instagram.
Cara Memilih: Pakai Patokan Ini
| Kondisi | Cara yang cocok |
|---|---|
| Order < 5/hari, 1 admin | Notes HP / Excel |
| Order 5–20/hari, 1 admin | Excel / Google Sheets |
| Pre-order musiman | Google Form |
| Order > 20/hari | Aplikasi pengelola pesanan |
| Admin > 1 orang | Aplikasi pengelola pesanan |
| Order dari WA + IG sekaligus | Aplikasi pengelola pesanan |
Apa pun pilihannya, satu prinsip tidak berubah: jangan mengandalkan ingatan dan scroll chat. Pesanan yang tidak dicatat adalah pesanan yang menunggu terlewat.
Kesimpulan
Tidak ada satu cara yang paling benar — yang ada cara yang sesuai dengan skala bisnismu saat ini.
Mulai dari yang paling sederhana, dan naik kelas begitu cara lamamu mulai makan waktu. Tanda paling jelas: kalau kamu menghabiskan lebih dari satu jam per hari untuk memindahkan data dari chat ke catatan, waktunya pindah sistem.